Mahasiswa KKN IAIN Bone Posko 46 Gelar Kegiatan Sosialisasi Anti Bullying

 Sosialisasi Anti Bullying: Edukasi Posko 46 untuk Siswa Sekolah


Pada Sabtu, 1 November 2025, telah dilaksanakan Sosialisasi Anti-Bullying di SD Inpres 06/80 Bacu oleh mahasiswa KKN IAIN Bone Posko 46. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga sikap, menghargai teman, dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman serta bebas dari perundungan. Sosialisasi yang dilaksanakan disambut dengan antusiasme tinggi dari para siswa, guru, hingga perangkat sekolah yang turut hadir.

Pemateri pada kegiatan ini adalah Nurul Sunilfiyah, salah satu mahasiswa KKN Posko 46 yang sedang menempuh pendidikan di Fakultas Tarbiyah, Program Studi Tadris Bahasa Inggris, IAIN Bone. Nurul Sunilfiyah membuka penjelasan dengan memberikan pemahaman mengenai apa yang dimaksud dengan bullying. Ia menjelaskan bahwa bullying adalah tindakan menyakiti teman, baik secara fisik maupun verbal, seperti mengejek, berkata kasar, mendorong, memanggil dengan sebutan tidak baik, serta mengucilkan atau tidak mengajak bermain.

Dalam kesempatan tersebut, pemateri juga menjelaskan berbagai macam bentuk bullying, di antaranya:

  • Bullying Fisik, seperti memukul, mendorong, menjegal, atau merusak barang milik teman.

  • Bullying Verbal, berupa ejekan, hinaan, atau panggilan dengan nama yang tidak baik.

  • Bullying Sosial, seperti mengucilkan teman, tidak mengajak bermain, atau membuat orang lain menjauhi seseorang.

  • Cyberbullying, yakni perundungan yang terjadi melalui media digital seperti pesan tidak sopan, komentar merendahkan, atau unggahan yang mempermalukan teman.

Pemateri juga menekankan dampak negatif dari bullying, yang dapat menyebabkan seseorang merasa sedih, takut datang ke sekolah, kehilangan semangat belajar, hingga menurunnya rasa percaya diri. Siswa diajak untuk memahami bahwa setiap tindakan yang menyakiti dapat meninggalkan luka, baik secara fisik maupun emosional.


Pemateri utama, Nurul Sunilfiya, kemudian memberikan memberikan penjelasan tentang apa itu bullying dengan bahasa yang sederhana dan mudah di pahami oleh siswa SD. ia menjelaskan bahwa bullying adalah tindakan menyakiti teman, baik dengan kata-katta kasar, mengejek, mendorong, memanggil nama dengan sebutan tidak baik, maupun tidak mengajak bermain. ia menambahkan bahwa bullying juga bisa terjadi secara online misalnya dengan mengirim pesan yang tidak sopan atau membuat unggahan untuk mempermalukan teman. penjelasan ini membantu siswa menganali berbagai bentuk perundungan yang mungkin terjadi tanpa mereka sadari.

Dalam pemaparannya, Nurul Sunilfiyah juga menjelaskan dampak buruk dari bullying. ia menyebutkan bahwa korban dapat merasa sedih, takut datang kesekolah, tidak bersemangat untuk belajar, hingga kehilangan rasa percaya diri. Ia mengajak siswa untuk mulai berkata tidak pada tindakan bullyingdan tidak ikut-ikutan bila melihat teman lain melakukan perundungan. menurutnya, anak yang baik ukan hanya tidak menyakiti teman, tetapi juga berani melaporkan bila melihat hal yang tidak benar.




Salah satu bagian paling berkesan  dalam kegiatan ini adalah sesi konseling bersama, yang memberikan ruang aman bagi siswa untuk berbicara jujur mengenai pengalaman dan perasaan mereka. Dalam suasana penuh kehangatan, beberapa siswa menceritakan pengalaman merasa diejek, tidak diajak bermain, atau takut pada teman tertentu. Ada pula siswa yang dengan berani mengakui kesalahan dan meminta maaf. Momen saling memaafkan ini memberikan suasana yang menyentuh dan memperlihatkan bahwa anak-anak mampu memahami arti empati dan kebaikan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang disambut antusias oleh siswa. dan sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi siswa, panitia KKN memberikan hadiah kepada siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan benar. Hal ini tidak hanya menambah semangat siswa, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang positif dan menyenangkan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap dapat mendorong terciptanya budaya saling menghargai dan mempererat hubungan antarsiswa, sehingga lingkungan SD Inpres 06/80 Bacu dapat terus menjadi tempat pendidikan yang ramah, aman, dan bebas dari bullying.

Komentar

Postingan populer dari blog ini