Seminar Pupuk Kompos, "Menjaga Bumi dengan Kompos: Edukasi Lingkungan Bagi Masyarakat
Pada Sabtu, 15 November 2025 telah dilaksanakan Seminar Pupuk Kompos dengan tema "Menjaga Bumi Dengan Kompos: Edukasi Lingkungan Bagi Masyarakat". Kegiatan yang berlangsung dengan penuh antusiasme ini menghadirkan pemateri utama Bapak Sukarno, S.Pd.i., M.Pd., seorang pendidik dan praktisi yang telah berpengalaman dalam pemberdayaan masyarakat di bidang pengelolaan lingkungan dan pertanian organik.
Koordinator Desa Muh. Reza Adiyuna dalam sambutannya mengatakan, "Kami berharap seminar ini dapat membukak wawasan masyarakat bahwa menjaga lingkungan tidak harus dengan langkah besar. Mengelolah sampah organik menjadid kompos adalah langkah kecil yang berdampak besar. semoga setelah kegiatan ini, setiap keluarga dapat mulai menerangkan pengomposan di rumah masing-masing" ujarnya.
Dalam sesi pemaparan materi, Bapak Sukarno, S.Pd.i., M.Pd., menjelaskan makna penting kompos bagi kesehatan tanah dan pengurangan sampah rumah tangga. Beliau memaparkan bagaimana sampah organik seperti sisa dapur dan dedaunan dapat diolah hingga menjadi pupuk kompos yang kaya manfaat. peserta diajak untuk memahami proses pengomposan mulai dari pemilihan bahan organik, tanapan penguraian, pengaturan kelembapan, hingga mengenali kompos yang telah matang. penjelasan ini membuka wawasan peserta bahwa proses pengomposan dapat dilakukan oleh siapa saja dengan peralatan sederhana dan langkah-langkah yang mudah diterapkan.
"Bapak-Bapak sekalian, membuat pupuk kompos itu bisa dilakukan tanpa biaya-0 rupiah. Kita cukup memakai bahan yang ada disekitar seperti pupuk kandang, sisa dapur dan daun kering. Dengan cara sederhana, sampah organik bisa berubah menjadi kompos yang bermanfaat untuk tanaman kita" Ujar Bapak Sukarno, S.Pd.I., M.Pd. Beliau juga menambahkan bahwa pupuk lebih baik dibuat dari tanaman yang akan dipupuk itu sendiri.
Salah satu bagian yang paling menarik dalam seminar ini adalah demostrasi langsung pembuatan pupuk kompos. Bapak Sukarno S.Pd.i., M.Pd., mengajak peserta melihat prosesnya secara nyata, dimulai dari pemilahan bahan seperti, bakteri yang digunakan jakabah (jamur abadi) pengganti E4 dan azolla.
Secara perlahan, beliau menunjukkan bagaimana bahan-bahan tersebut didusun dalam wadah komposer, menjelaskan takaran yang tepat, dan memperlihatkan cara menjaga aerasi agar proses penguraian berjalan maksiamal. tidak hanya itu peserta juga diajak mencoba mengaduk campuran kompos dan mencium aroma kompos yang sudah matang untuk mengetahui ciri-ciri yang baik.
Suasana demonstrasi berlangsung aktif, banyak peserta mengajukan pertanyaan langsung di tempat, mulai dari cara mencegah kompos berbau menyengat hingga metode membuat kompos untuk skala rumah tangga. Beliau juga secara nyata memfasilitasi bakteri jakabah kepada peserta sebagai langkah awal dalam pembuatan pupuk kompos organik. Bagian ini menjadi momen praktis yang membuat peserta merasa lebih percaya diri untuk mencoba membuat kompos sendiri di rumah.
Seminar Pupuk Kompos ini memberikan pengalaman lengkap, mulai dari teori hingga praktik langsung. Dengan dukungan Koordinator Desa dan penerapan inspiratif dari Bapak Sukarno S.Pd.i., M.Pd., kegiatan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal terbentuknya komunitas peduli lingkungan yang mampu mengolah sampah organik secara mandiri. melalui tindakan kecil seperti membuat kompos, masyarakat turut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar